Rabu, 21 Februari 2024

MENJADI PRIBADI YANG BERKELAS DENGAN SIKAP RENDAH HATI

Halo sobat, di antara orang-orang yang pernah kita temui, pasti kita banyak meliihat atau mengetahui seperti apa sikap yang menonjol antara pribadi satu dengan yang lain. Baik itu sikap yang positif atau malah cenderung negatif. Tentu kita di hadapkan pada banyak pilihan dalam mengambil sikap, entah sebagai prinsip hidup atau mungkin pada situasi yang sedang terjadi.

Pada kali ini, saya akan membahas salah satu sikap positif yang mempunyai segudang manfaat, yaitu sikap rendah hati. Sikap ini memiliki manfaat di berbagai konteks kehidupan dan juga telah menjadi subjek penelitian psikologi serta ilmu sosial.

Menurut Jennifer Crocker, seorang psikolog sosial yang terkenal dengan penelitiannya tentang self-esteem dan self-compassion menjelaskan bahwa sikap rendah hati adalah tentang memiliki kesadaran diri yang realistis, menerima kelemahan dan kesalahan diri, serta tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Sikap rendah hati adalah sikap di mana seseorang memiliki pengakuan yang realistis terhadap diri sendiri dan tidak membesar-besarkan pencapaian atau kemampuan mereka. Orang yang memiliki sikap rendah hati cenderung bersikap sederhana, menghargai kontribusi orang lain, dan tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Berikut adalah beberapa ciri dari sikap rendah hati:

1. Kesadaran Diri: Orang yang rendah hati memiliki pemahaman yang jelas tentang kelebihan dan kekurangan mereka. Mereka tidak takut untuk mengakui kelemahan mereka dan terbuka untuk memperbaiki diri.

2. Keterbukaan terhadap Pembelajaran: Mereka selalu terbuka untuk belajar dan berkembang. Mereka tidak merasa mereka sudah tahu segalanya dan siap menerima masukan dan saran dari orang lain.

3. Penerimaan Terhadap Kritik: Sikap rendah hati memungkinkan seseorang menerima kritik dengan baik. Mereka tidak merasa terancam atau tersinggung oleh kritik konstruktif, dan menggunakan itu sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

4. Menghargai Kontribusi Orang Lain: Orang yang rendah hati menghargai kontribusi orang lain dan tidak merasa perlu untuk selalu menjadi pusat perhatian. Mereka memperlihatkan apresiasi kepada orang lain atas bantuan dan dukungan yang diberikan.

5. Kerendahan Hati dalam Pencapaian: Meskipun mereka mungkin memiliki pencapaian yang signifikan, orang yang rendah hati tidak membesar-besarkan atau membanggakan diri mereka. Mereka tetap bersikap sederhana dan rendah hati.

6. Empati: Sikap rendah hati sering kali dipadukan dengan kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Mereka tidak hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi juga memahami dan memperhatikan perasaan orang lain.

Sikap rendah hati membawa sejumlah manfaat yang signifikan, baik bagi individu maupun untuk hubungan sosial secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa manfaat dari sikap rendah hati:

1. Meningkatkan Kualitas Hubungan: Orang yang rendah hati cenderung lebih dihargai dan disukai oleh orang lain. Mereka mampu membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih sehat karena sikap mereka yang terbuka, ramah, dan tidak egois.

2. Membantu dalam Resolusi Konflik: Sikap rendah hati membantu dalam menyelesaikan konflik dengan lebih baik. Orang yang rendah hati cenderung lebih terbuka untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain, yang dapat mengurangi ketegangan dan memfasilitasi solusi yang baik.

3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental: Penelitian telah menunjukkan bahwa sikap rendah hati dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental yang lebih tinggi. Orang yang rendah hati cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, lebih sedikit gejala depresi, dan merasa lebih puas dengan kehidupan mereka secara keseluruhan.

4. Peningkatan Karir: Sikap rendah hati sering kali dihargai di lingkungan kerja. Orang yang rendah hati cenderung lebih efektif dalam bekerja dalam tim, lebih mudah bekerja sama dengan rekan kerja, dan lebih mampu menerima masukan dan kritik yang konstruktif.

5. Membangun Keterpercayaan dan Kehormatan: Orang yang rendah hati cenderung lebih dipercaya dan dihormati oleh orang lain. Mereka tidak terlihat sombong atau arogan, dan karena itu, lebih mudah untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama dari orang lain.

6. Pengembangan Diri yang Berkelanjutan: Sikap rendah hati memungkinkan seseorang untuk terus berkembang dan belajar. Orang yang rendah hati lebih terbuka untuk menerima masukan dan saran, yang dapat membantu mereka tumbuh secara pribadi dan profesional.


Dengan demikian, sikap rendah hati tidak hanya memberikan manfaat bagi individu itu sendiri loh sobat, tetapi juga untuk hubungan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Yuk mari berubah dan berkembang mulai dari sekarang agar menjadi pribadi yang lebih baik serta hidup yang lebih berkualitas.

Senin, 29 Januari 2024

KONTRIBUSI INTERPERSONAL SKILLS DALAM HUBUNGAN SOSIAL YANG BAIK


Halo sobat, dalam kegiatan sehari-hari tentunya banyak kegiatan yang kita lakukan, baik itu yang akan datang ataupun telah berlalu. Sebagai makhluk sosial, kita pasti sering berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain di berbagai tempat dan dalam berbagai situasi.

Nah, ada salah satu hal yang perlu kita miliki agar hubungan kita dengan orang lain tetap terjalin dengan baik, yaitu keterampilan interpersonal atau bisa juga disebut interpersonal skill. Lalu, apa itu keterampilan interpersonal atau interpersonal skill? Oke mari kita bahas..

Interpersonal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara individu atau kelompok orang. Ini mencakup segala interaksi, komunikasi, dan pertukaran antara orang-orang. Konsep ini sering kali digunakan dalam konteks psikologi, sosiologi, dan bidang lain yang mempertimbangkan cara manusia berinteraksi satu sama lain.

Dalam konteks interpersonal, perhatian diberikan pada cara orang berkomunikasi, membentuk hubungan, dan memahami satu sama lain. Kemampuan interpersonal yang baik dapat melibatkan keterampilan seperti empati, komunikasi efektif, keterampilan mendengarkan, dan kemampuan untuk bekerja sama.

Penting untuk diingat bahwa keterampilan interpersonal dapat berkontribusi pada keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di tempat kerja, dalam hubungan pribadi, dan dalam konteks sosial lainnya. Jika seseorang memiliki keterampilan interpersonal yang baik, mereka cenderung dapat menjalin hubungan yang sehat, bekerja sama dalam tim, dan memahami perasaan serta perspektif orang lain.

Dalam buku “Emotional Intelligence 2.0”, Bradberry dan Greaves menggambarkan interpersonal skill sebagai bagian dari kecerdasan emosional. Mereka mengaitkan dengan kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan dengan orang lain, termasuk keterampilan berkomunkasi dan keterampilan sosial.

Interpersonal skills, atau keterampilan interpersonal, merujuk pada kemampuan individu untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama secara efektif dengan orang lain. Keterampilan ini melibatkan sejumlah aspek yang mencakup berbagai situasi sosial dan lingkungan kerja. Beberapa keterampilan interpersonal yang umum melibatkan:

1. Komunikasi Efektif: Kemampuan untuk menyampaikan ide, informasi, atau perasaan dengan jelas dan tepat kepada orang lain. Ini mencakup keterampilan berbicara dan mendengarkan.

2. Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan serta perspektif orang lain. Ini melibatkan kemampuan untuk melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

3. Keterampilan Mendengarkan: Mendengarkan dengan penuh perhatian dan memahami apa yang disampaikan oleh orang lain. Ini mencakup kemampuan untuk menangkap makna di balik kata-kata dan memahami perasaan yang mungkin terkandung dalam komunikasi.

4. Kemampuan untuk Berbicara di Depan Umum: Keterampilan untuk berbicara dengan percaya diri dan efektif di depan kelompok orang. Ini dapat mencakup presentasi, pertemuan, atau berbicara di hadapan audiens.

5. Kemampuan Penyelesaian Konflik: Keterampilan untuk mengelola dan menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. Ini melibatkan kemampuan untuk bekerja sama mencari solusi yang memuaskan semua pihak.

6. Kemampuan Berkolaborasi: Kemampuan untuk bekerja sama dalam tim dan berkontribusi positif terhadap pencapaian tujuan bersama.

7. Pemahaman Budaya: Kesadaran dan pemahaman terhadap perbedaan budaya, nilai, dan norma sosial yang dapat mempengaruhi interaksi interpersonal.


Keterampilan interpersonal sangat penting di berbagai konteks kehidupan, termasuk lingkungan kerja, pendidikan, dan kehidupan sosial. Meningkatkan keterampilan interpersonal dapat membantu seseorang menjalin hubungan yang lebih baik, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan memperkuat keterlibatan sosial kita.

BERANI BERTINDAK, BERANI BERTANGGUNG JAWAB?

Dalam kehidupan sehari-hari tentu saja kita pasti melakukan sesuatu kegiatan, entah itu berdasarkan kebutuhan atau hanya sekedar keinginan d...