Senin, 24 April 2023

ARTI SEBUAH KEPRIBADIAN

 


Seiring berjalannya waktu, mungkin kita sering mengingat orang yang kita hormati serta kita cintai atau pun yang telah pergi dari kita dengan sebuah kebaikan yang di milikinya, seperti tutur kata yang halus, bijaksana, keindahan tubuh, kecantikan wajah, senyuman yang bagus, akhlak yang bagus, kecerdasannya, kesetiaannya, suka menolong, dan segala hal baik yang ada melekat pada orang tersebut. Tidak jarang pula kita membicarakan orang yang kita benci karena kelemahannya (keburukan) seperti penghianat, ingkat, pembohong, pembual, pendusta, bodoh, dungu, kejam, dan segala hal buruk yang melekat pada orang tersebut.

Semua hal baik dan indah seolah berkumpul dan bersatu yang membentuk sebuah "pribadi baik", dan sebaliknya semua hal buruk seolah berkumpul dan bersatu yang membentuk sebuah "keburukan". Lalu, apa arti dari sebuah kepribadian?

Dalam membahas kepribadian tidaklah mudah, ini merupakan hal yang tidak dapat kita raba bentuknya, tetapi bisa kita rasakan keberadaannya. Layaknya angin yang tak terlihat meniup setiap helai daun dan membuatnya seolah bergerak serta dapat menyegarkan kita ketika matahari sangat terik, tapi di sisi lain angin juga bisa menumbangkan pohon-pohon besar serta dapat menghancurkan benda-benda disekitar kita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, terdapat beberapa arti dari kata "pribadi", yaitu keadaan manusia sebagai perseorangan; keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak orang, sedangkan arti dari "kepribadian", yaitu sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dari orang atau bangsa lain. dengan kata lain, pribadi serta kepribadian seseorang tentunya akan berbeda daru sama lain.

Pada dasarnya, banyak hal yang mempengaruhi atau membentuk kepribadian seseorang, diantaranya adalah latar belakang kehidupannya, pola pikirnya, seberapa jauh pandangannya, cara memahami sesuatu, cara menyelesaikan masalahnya, dan masih banyak hal lainnya. Menilai kepribadian ada baiknya tidak menggunakan sebuah perasaan, terkadang kita sering menemukan seseorang yang kita senangi, sehingga kita hanya melihat hal baik yang ada pada orang tersebut. Sebaliknya ketika kita melihat orang yang tidak kita senangi, maka kita hanya melihat keburukan dari orang tersebut.

Ketika mengenali kepribadian seseorang sebenarnya kita tidak bisa langsung menilainya pada awal berkenalan atau berteman, karena seharusnya kita sadar akan sebuah perubahan dalam hidup ini seiring berjalannya waktu. Mengenali kepribadian seseorang mungkin bisa di lihat dari pengalaman kita atau seseorang yang pernah menerima perlakuan dari orang lain.

Ada jauh yang lebih berharga di banding kita hanya berusaha menilai kepribadian seseorang, yaitu berusaha merubah diri kita dahulu. Jika kita dapat merubah kepribadian kita ke arah yang lebih positif, maka kita akan lebih bijaksana menentukan mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita. Hal ini juga berlaku untuk mengukur seberapa paham kita untuk mengenali mana yang baik serta perlu untuk dilakukan dan mana yang tidak baik serta tidak perlu kita lakukan.

Mengenai kepribadian tentu saja kita tahu ada 2 faktor mendasar yang dapat mempengaruhi perilaku atau sifat seseorang, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang membentuk kepribadian adalah sifat-sifat dan karakteristik yang ada dalam orang itu sendiri yang mempengaruhi perilaku serta cara berpikirnya. Sedangkan faktor eksternal terdapat beberapa aspek diantaranya; Keluarga, Pendidikan, Budaya, Lingkungan sosial, Media serta pengalaman-pengalaman hidup yang di terima semasa hidup individu tersebut.

Sangat beruntung bagi individu yang memiliki kepribadian yang baik, karena orang tersebut telah berkembang secara positif baik dari faktor internal maupun faktor eksternal dan individu tersebut seharusnya bersyukur mempunyai latar belakang kehidupan yang baik, tidak peduli apakah terbentuk menuju arah positif sejak dini atau baru terbentuk di usia remaja hingga menjelang dewasa. Tetapi jika orang tersebut telah terbentuk salah satu atau beberapa nilai-nilai negatif, maka tidak menutup kemungkinan ia akan melakukan suatu kejahatan.

Seseorang yang memiliki kepribadian yang baik tentu saja akan memiliki banyak teman serta orang-orang terdekat, hal ini disebabkan oleh rasa nyaman yang timbul atas perilaku atau sikapnya yang baik. Sebaliknya jika seseorang memilki kepribadian yang buruk maka ia cenderung di jauhi oleh orang lain, hal ini disebabkan karena rasa tidak nyaman dan aman atas perilaku tidak baik yang ada padanya.

Baca juga: Mengkritik orang lain tanpa menyakiti

Minggu, 16 April 2023

MENGKRITIK ORANG LAIN TANPA MENYAKITI HATI ORANG LAIN

Mengkritik dapat menjadi suatu hal yang penting dalam interaksi sosial dan juga dalam lingkungan kerja. Dalam konteks yang tepat, mengkritik dapat membantu seseorang untuk memperbaiki diri dan berkembang lebih baik di masa depan.
Namun, mengkritik juga dapat menjadi suatu hal yang sulit dan memerlukan kebijaksanaan dalam menyampaikan kritik tersebut.
Nah sebelum kita membahas lebih jauh tentang mengkritik, sebenarnya apa arti dari kritik itu sendiri? mari kita bahas,

Kritik dapat diartikan sebagai suatu pendapat, evaluasi, atau penilaian terhadap sesuatu atau seseorang. Kritik dapat diberikan dalam berbagai situasi, seperti dalam lingkungan kerja, lingkungan sosial, atau dalam hubungan personal.

Kritik dapat bersifat positif atau negatif. Kritik positif biasanya diberikan untuk memberikan pujian atau penghargaan atas suatu prestasi atau hasil kerja yang baik. Sedangkan kritik negatif diberikan untuk mengungkapkan kekurangan atau kesalahan dalam suatu hal atau perilaku.

Kritik dapat menjadi hal yang sulit diterima bagi beberapa orang, terutama jika kritik tersebut bersifat negatif. Namun, kritik juga dapat membantu seseorang untuk memperbaiki diri dan berkembang lebih baik di masa depan.

Penting untuk memberikan kritik dengan bijaksana dan sesuai dengan konteks yang tepat. Kritik yang tidak tepat dan tidak sopan dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung atau bahkan merusak hubungan interpersonal.

Saat menerima kritik, penting untuk membuka diri terhadap kritik yang konstruktif dan tidak mengambil kritik secara personal. Dengan membuka diri terhadap kritik, kita dapat belajar dan meningkatkan diri kita sendiri.

Biasanya bila kita berkata kepada seseorang, "Saya memberitahukan ini kepada anda untuk kebaikan anda sendiri," padahal sebenarnya tidak seperti itu. Kita hanya menunjukan beberapa kesalahan pada diri mereka untuk mendukung ego kita sendiri. Salah satu kegagalan paling umum dalam hubungan manusia adalah upaya kita untuk menigkatkan harga diri kita dengan merendahkan diri orang lain.
Ada kalanya kita harus menunjukan kesalahan dan mengoreksi orang-orang yang bekerja dengan atau untuk kita. Melakukannya dengan benar merupakan seni, dan hanya sedikit yang menguasainya.
Pandanglah kritik dengan cara pandang yang baru. Karena seni penyampaian kritik yang efektif sangat sedikit diketahui oleh orang lain, dan karena sebagian besar orang sangat ceroboh dalam hal itu, kata kritik meninggalkan rasa yang tidak enak di mulut kita. Tetapi seni penyampaian kritik yang benar bukan dimaksudkan untuk membuat orang lain terpuruk, justru untuk membangun mereka. Bukan untuk melukai perasaan, tetapi untuk menolong orang lain agar dapat melakukan tugas dengan lebih baik lagi.
Hal-hal penting dari penyampaian kritik yang berhasil:
1. Sampaikan kritik dengan sopan dan jelas: Hindari penggunaan kata-kata kasar atau mengambil nada yang menyerang. Cobalah untuk menyampaikan kritik secara jelas, tegas, dan dengan bahasa yang sopan agar lawan bicara Anda tidak merasa diserang atau dihina. Hal ini juga bisa menghindari konflik diantara kalian.
2. Fokus pada perilaku atau tindakan, bukan pada karakter atau kepribadian: Hindari mengkritik orang secara personal atau menyerang kepribadian mereka. Fokuslah pada perilaku atau tindakan yang ingin Anda kritik.
3. Berikan alasan atau argumen yang jelas: Jelaskan alasan atau argumen yang mendasari kritik Anda. Ini dapat membantu orang lain memahami sudut pandang Anda dan menghindari kesalahpahaman.
4. Dengarkan tanggapan mereka: Ketika Anda memberikan kritik, berikan kesempatan untuk orang lain memberikan tanggapan mereka. Dengarkan dengan baik, jangan langsung menolak atau memotong ketika mereka memberikan tanggapan atau penjelasan.
5. Berikan solusi atau saran yang konstruktif: Jangan hanya memberikan kritik tanpa memberikan solusi atau saran yang konstruktif. Cobalah untuk memberikan solusi atau saran yang konstruktif agar orang lain dapat memperbaiki kesalahan atau kekurangan mereka. Sebagian besar orang ingin sekali melakukan "yang benar" jika anda memberi tahu mereka tentang apa yang sebaiknya dilakukan.
6. Ingat tujuan Anda memberikan kritik: Ingatkan diri Anda bahwa tujuan Anda memberikan kritik adalah untuk membantu orang lain memperbaiki diri mereka, bukan untuk merendahkan mereka.
Dengan beberapa tips diatas diharapkan anda dapat menyelesaikan persoalan dengan cara bersahabat, serta tidak meningggalkan persoalan yang menggantung di kemudian hari.
Baca juga: Memberi Pujian

BERANI BERTINDAK, BERANI BERTANGGUNG JAWAB?

Dalam kehidupan sehari-hari tentu saja kita pasti melakukan sesuatu kegiatan, entah itu berdasarkan kebutuhan atau hanya sekedar keinginan d...